Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Program Pascasarjana Universitas Papua resmi dibuka pada Senin (25/8). Acara pembukaan yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama mewakili Rektor, pimpinan Program Pascasarjana , tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa Program Pascasarjana.

Acara diawali dengan sambutan Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, M.P., yang dalam laporannya menyampaikan proses penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026. Pada tahun ini, Program Pascasarjana menerima 79 mahasiswa baru, terdiri atas: Prodi S2 Ilmu Lingkungan 22 mahasiswa, Prodi S2 Ilmu Pertanian 14 mahasiswa, Prodi S2 Ilmu Peternakan 8 mahasiswa, Prodi S2 Sumber Daya Akuatik 13 mahasiswa, Prodi S2 Biologi 4 mahasiswa, Prodi S3 Ilmu Lingkungan 12 mahasiswa dan Prodi S3 Ilmu Pertanian: 5 mahasiswa

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni 53 mahasiswa pada 2023 dan 43 mahasiswa pada 2024. Pada tahun akademik ini, Program Pascasarjana Unipa juga akan menerima mahasiswa baru pada semester genap.
Pembukaan perkuliahan secara resmi dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama (WR IV) Dr. Yusuf W. Sawaki, S.Pd., M.A., yang hadir mewakili Rektor Universitas Papua. Dalam arahannya, WR IV menyampaikan bahwa dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru, diharapkan jumlah lulusan juga bertambah sehingga tercapai keseimbangan antara input dan output. Beliau menekankan pentingnya peran pengelola program studi dan dosen pembimbing dalam mendorong mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

Selain itu, WR IV berharap agar kuliah umum tidak hanya dilaksanakan pada awal semester, tetapi juga secara rutin, baik secara daring maupun luring, guna memperkaya wawasan mahasiswa.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum yang disampaikan oleh Dr. Atekan, S.P., M.Si., Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Kalimantan Selatan. Dalam kuliah berjudul “Kebijakan Pembangunan Pertanian Menuju Swasembada Pangan”, beliau memaparkan arah kebijakan dan strategi pembangunan pertanian nasional menuju kemandirian pangan. Beberapa program strategis pemerintah yang mendukung pencapaian swasembada pangan antara lain pencetakan sawah seluas 3 juta hektar, revitalisasi sistem irigasi, pelibatan petani milenial, serta transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern.

Setelah kuliah umum, acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai penyelenggaraan akademik di Program Pascasarjana oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Abdul Hamid A. Toha, S.Pi., M.Si. Beliau memaparkan skema perkuliahan yang meliputi jalur reguler, jalur penelitian, jalur RPL, serta jalur fast track dan transfer kredit yang akan diberlakukan pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026.

Dengan semangat baru dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah, Program Pascasarjana Universitas Papua berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program Pascasarjana UNIPA bertekad mencetak lulusan yang unggul dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di Tanah Papua.
